Pengelola objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berharap keputusan Pemkab Bandung Barat mengizinkan wisatawan luar Jawa Barat berkunjung bisa mendongkrak jumlah pengunjung.
Meskipun sudah beroperasi kembali hampir sebulan setelah tutup sementara selama tiga bulan, namun kunjungan wisatawan ke objek wisata di KBB masih belum stabil.
Berdasarkan rencana yang disepakati Bupati KBB dan Gubernur Jawa Barat, pengunjung asal luar Jawa Barat mulai boleh berkunjung ke KBB mulai Selasa (7/7).
“Masih belum stabil karena pengunjung juga hanya yang dari dalam Jawa Barat saja. Mudah-mudahan setelah pengunjung luar Jawa Barat masuk bisa lebih ramai lagi,” ungkap Pengelola Terminal Wisata Grafika Cikole Sapto Wahyudi.
Berdasarkan pengalamannya, pengunjung asal luar Jawa Barat menjadi yang paling banyak menyumbang income ketimbang wisatawan lokal bagi objek wisata di Bandung Barat.
“Kalau yang lokal itu kan paling kuliner aja ke sininya, kalau yang luar Jabar seperti Jakarta dan Jawa Tengah itu paket outbond, menginap, dan otomatis makan. Jadi lebih untung, harapannya memang seperti itu, ada kunjungan dari wisatawan luar Jabar,” tuturnya.
Sebagai persiapan menyambut kunjungan wisatawan luar Jabar, pihaknya menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah dilaksanakan selama pandemi COVID-19.
“Sebetulnya sudah diterapkan sejak sebelum-sebelumnya, seperti cuci tangan, cek suhu tubuh. Kalau yang menginap, itu setelah ganti sprei dan semuanya, akan didiamkan dulu selama 6 jam, baru boleh diisi lagi,” katanya.
Sementara Manager Operasional Lembang Park and Zoo Iwan Susanto, menuturkan hampir sebulan dibuka, kunjungan wisatawan lokal ke objek wisata yang menghadirkan satwa sebagai daya tariknya tak lebih dari seribu orang. Beruntung, bila akhir pekan masih bisa melebihi angka tersebut.
“Kalau hari biasa atau weekdays itu paling banyak 800, jarang sampai seribu. Padahal dulu weekdays juga bisa sampai 2.500. Memang sekarang ada pembatasan, maksimal 50 persen kunjungan. Artinya maksimal 5.000 orang,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan objek wisata sudah menerapkan protokol kesehatan di masa transisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan baik, sehingga dipastikan siap menerima kunjungan wisatawan luar Jawa Barat.
“Barusan sudah dicek semua kesiapan objek wisata menjelang kunjungan wisatawan luar Jawa Barat. Semuanya sudah siap, kita pastikan Selasa wisatawan luar Jabar boleh berkunjung ke KBB,” ungkap Umbara.
Suasana di Stone Garden. (dok. Instagram @pungki_a_a/ https://www.instagram.com/p/Bs16r2HHMGl//Tri Ayu Lutfiani
Liputan6.com, Jakarta –Bandung selalu punya cara untuk menarik para pelancong agar singgah, baik melalui sajian kuliner menggugah selera maupun panorama alam memukau tiada dua. Berbicara panorama, salah satu spot di Kota Kembang yang sanggup memanjakan mata adalah Stone Garden.
Wisata alam ini terletak di antara lokasi penambangan kapur. Sebagai bagian dari Kabupaten Cipatat, melansir laman Asia One, Jumat, 3 Januari 2020, hamparan bebatuan ini telah ditemukan tim peneliti Kelompok Riset Cekungan Bandung dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2000.
Namun, area tersebut baru ditetapkan sebagai destinasi wisata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bandung Barat pada 2015. Sejak diresmikan, wisata seluas dua hektare tersebut ramai dikunjungi para wisatawan untuk hunting foto.
Wisata yang menyuguhkan pemandangan hijau nan menyegarkan mata ini dikelola penduduk setempat dan di bawahi Kelompok Sadar Pariwisata (Pokdarwis).
Meski menyajikan pemandangan memukau, dengan lanskap terdiri dari bebatuan tidak rata, Anda bisa tergelincir jika tidak berhati-hati. Saat berkunjung ke sini, disarankan untuk mengenakan sepatu gunung yang memiliki permukaan tidak rata di bagian bawah.
Wisata ini cocok dikunjungi saat pagi atau sore hari. “Tempatnya over all enak buat hunting foto nyari sunset, buat ngabuburit juga cocok,” ujar pengunjung Stone Garden, Alfino Tubagus Mukti Nugraha lewat pesan pada Liputan6.com, Jumat, 3 Januari 2020.
Tidak hanya sebagai wisata selfie, Anda pun bisa merehatkan pikiran dan tubuh di area terbuka ini, seperti salah satu pengunjung, Pungki Abi Ardiansyah. Lelaki asal Ponorogo tersebut sengaja singgah di Stone Garden untuk menyegarkan pikiran. “Saya memang gemar berwisata di alam terbuka,” sambungnya juga lewan pesan.
Di Ranca Upas kamu bisa kemping di padang rumput di atas bukit dengan ketinggian sekitar 1700 mdpl. Disebut dengan Kampung Cai Ranca Upas, ini berada di Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat. Tepatnya di Jalan Raya Ciwidey Patenggang KM. 11, Alam Endah, Ciwidey, Bandung. Jaraknya sekitar 50 KM dari kota Bandung. Objek wisata ini tidak jauh dari Kawah Putih dan Situ Patenggang.
Suhu rata-rata di Ranca Upas sekitar 171 Juni 2020 Libur-20 derajat celcius. Bumi Perkemahan Ranca Upas ini berada di bawah Perusahaan Hutan Indonesia atau PERHUTANI. Tempat kemping ini juga dijadikan sebagai tempat penasaran rusa. Jadi jangan heran ya jika saat kamu menginap di sini, kamu dapat melihat pemandangan rusa yang sedang bermain sambil memakan rumput-rumput.
ranca upas Foto: Jetrani Reza Dias/d’Traveler
2. Museum Geologi Bandung
Jika kalian sedang merencanakan liburan ke Bandung dan tidak ingin wisata yang itu-itu saja, kalian bisa memasukkan Museum Geologi Bandung ke dalam daftar tempat wisata yang akan dikunjungi.
Gedung Museum Geologi Bandung terdiri dari dua lantai yang masing-masingnya terbagi menjadi tiga ruang pamer. Di lantai satu ada tiga ruang utama yaitu ruang orientasi di bagian tengah, ruang sayap barat dan ruang sayap timur.
Sedangkan lantai dua terdiri dari tiga ruang utama yaitu ruang barat, ruang tengah dan ruang timur. Perlu dicatat bahwa ruang barat ini merupakan ruangan khusus untuk staf museum.
Setiap ruangan di museum ini menampilkan berbagai macam koleksi, seperti batuan, mineral, meteroit, fosil dan artefak. Tapi ada beberapa daya tarik utama yang paling menarik perhatian yaitu fosil manusia purba Homo erectus, fosil gajah purba Stegodon trigonocephalus dan replika fosil dinosaurus paling ganas Tyrannosaurus rex.
Museum Geologi Bandung terletak tidak jauh dari ikon-ikon wisata Kota Bandung seperti Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan Taman Lansia. Tepatnya di Jl. Diponegoro No.57, Kota Bandung.
3. Ciwidey Valley Resort
Mau mencoba menikmati pemandian air panas di Bandung? Langsung saja datang ke Ciwidey. Di sini anak-anak hingga orang desa dapat menikmati berbagai fasilitas menarik seperti restoran, taman burung hingga area camping dan cottage.
Grafika Cikole nuansa Eropa bisa kamu temui jika berkunjung di Farmhouse Lembang Bandung. Bahkan sejumlah bangunan yang ada di Farmhouse sengaja dibangun dengan bentuk bangunan khas Eropa abad pertengahan.
Sesuai dengan namanya lokasi ini sejatinya sebenarnya sebuah peternakan dan pusat pengolahan susu yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat ataupun para pengunjung.
Kebanyakan pengunjung yang datang ke Farmhouse Lembang tujuannya adalah foto-foto atau menikmati makanan yang ada di sana. Selain itu kamu juga bisa menikmati petualangan asyik seperti halnya rumah. Bagi kamu yang ingin mengisi waktu keluarga bersama anak-anak juga bisa menikmati pemandangan atau susu segar, sembari duduk-duduk dan jangan lupa untuk membawa jaket karena memang cukup dingin dan anginnya kencang.
5. Orchid Forest Cikole
Pecinta bunga anggrek? wajib datang ke sini. Tempat yang dikelilingi oleh hutan Pinus ini berada di lahan 14 hektare yang terdapat koleksi 157 anggrek langka dari seluruh dunia. Di sini pengunjung bisa mempelajari cara budidaya anggrek dan membelinya langsung.
The Lodge Maribaya. Foto: Yudha Maulana/detikcom
6. The Lodge Maribaya Lembang
The Lodge Maribaya Bandung masih bisa dibilang sebagai tempat wisata yang baru di Lembang. Tempatnya instagrammable karena kelilingi oleh pegunungan dengan hutan pinus yang khas, udara, dan suasana yang segar banget.
Pengunjung juga bisa melakukan berbagai akitivitas seperti camping, trekking, atau hanya sekadar refreshing menikmati kuliner.
7. Grafika Cikole
Grafika Cikole merupakan kawasan wisata terpadu yang berada di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Tempat ini berada di Jalan Raya Tangkuban Perahu Km 8, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Tempat wisata ini berada di areal perbukitan seluas 9 hektare dan berada pada ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut serta dikelilingi kawasan Wisata Hutan Pinus yang lebat. Kekinian banget tempatnya.
Kamu bisa berfoto hingga menikmati outbond di sini.
Situ Cileunca Foto: (Yusnaeni/d’Traveler)
8. Situ Cileunca
Salah satu tempat wisata di Bandung yang bisa kamu kunjungi adalah Situ Cileunca. Tak salah rasanya banyak orang Bandung menjuluki kotanya ini sebagai salah satu kota romantis. Ada banyak destinasi atau tempat wisata yang menawarkan atmosfer menghipnotis. Di sisi lain nikmat rasanya jika kamu mengunjungi tempat ini bersama keluarga. Dijamin seru!
Situ Cileunca merupakan salah satu lokasi wisata yang terkenal akan keromantisannya. Tempat ini hampir serupa dengan kebun teh Pangalengan. Pemandangan serta area wisata yang sangat natural dan menyenangkan menjadi daya tarik tersendiri tempat ini.
9. Bird Pavilion
Nah, tempat wisata yang satu ini sangat cocok untuk anak-anak. Taman ini memiliki sekitar 600 ekor burung yang terbagi menjadi lima kawasan sangkar besar. Bird Pavilion terletak di Komp. Pramestha Montain City tepatnya di Jalan Akaza Utama, No. 9, Mekarwangi, Lembang.
Museum Gedung Sate. Foto: Mukhlis Dinillah
10. Museum Gedung Sate
Pada saat berkunjung ke kota Bandung, tentu wisatawan dari luar kota tidak akan melewatkan untuk mampir sejenak dan berfoto di depan Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat yang juga merupakan landmark kota Bandung.